Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/INDEPEDENSI KEHAKIMAN HARUS TERUS DIJAGA

INDEPEDENSI KEHAKIMAN HARUS TERUS DIJAGA

okho
•

JAKARTA "“ HUMAS, "Dalam memutuskan sebuah perkara, hakim tidak boleh terpengaruh oleh pihak manapun. Hal ini penting untuk menciptakan independensi dalam dunia peradilan guna menciptakan peradilan yang baik bagi masyarakat". Hal ini diungkapkan Ketua Mahkamah Agung, DR. H. Harifin A Tumpa, SH., MH dalam sambutan pada acara pengambilan sumpah dan pelantikan 13 orang Ketua Pengadilan Tinggi, 12 orang Ketua Pengadilan Tinggi Agama, 3 orang Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, dan 2 orang Kepala Pengadilan Militer Tinggi pada Kamis, 18 Maret 2010 di Ruang Prof. MR. DR. Kusumah Atmadja pukul 11.00 WIB.

Hdir dalam acara ini Wakil Ketua Mahkamah Agung Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Para Ketua Muda, Para Pejabat Eselon I dan II, dan para undangan lainnya.

Berikut nama "“ nama para pejabat yang diambil sumpahnya dan dilantik : 1. Sdr. Dr. SAREHWIYONO M ., SH., MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Semarang 2. Sdr. KIMAR SARAGIH SIADARI., SH., sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya 3. Sdr. RIVAI RASYAD, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Medan 4. Sdr. Dr. MARNI EMMY MUSTAFA., SH. MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin 5. Sdr. I GEDE SUMITRA, SH., MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda 6. Sdr. MADYA SUHARDJA, SH., M.Hum sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura 7. Sdr. H. MUHAMMAD RAMLI, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Makassar 8. Sdr. Hj. SALMA ALI SH., MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Kendari. 9. Sdr. M. FACHRUR ROZIE, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Palu. 10. Sdr. ACHMAD ISWANDI, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Bangka Belitung 11. Sdr. TUSANI DJAFRI, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Ambon 12. Sdr. Dr. NOMMY HT SIAHAAN, SH., MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Palangkaraya 13. Sdr. Drs. H. SOUFYAN M SALEH, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan 14. Sdr. Drs. H. AHMAD SYAHRUDDIN, SH., MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta 15. Sdr. Drs. H. M HASAN H MUHAMMAD, SH., MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar 16. Sdr. Drs. H M THARIR HASAN sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten 17. Sdr. Drs. MAHYIDDIN USMAN, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru 18. Sdr. Drs. H. AHMAD MUKHSIN ASYROF, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Palembang 19. Sdr. Drs. H. MOH THARIR, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Padang 20. Sdr. Drs. H.M SALEH PUTEH, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda 21. Sdr. Drs. H IDRIS MAHMUDY, SH., MH sebagai Ketua Mahkamah Syariah NAD 22. Sdr. Drs. H SAID HUSIN, SH., MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kupang 23. Sdr. Drs. H. M SUNUSI KHALID, SH., MH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo 24. Sdr. Drs. H SAMARCONDY NAWAWI, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palangkaraya 25. Sdr I KETUT SURADNYA, SH., MH sebagai Ketua Pengadilan TUN Surabaya 26. Sdr. R. O. BARITA SIRINGORINGO, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi TUN Medan 27. Sdr. H SUDARSO, SH sebagai Ketua TUN Makassar 28. Sdr. Kol. Chk. RIZA THALIB, SH sebagai Ketua Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta 29. Sdr. Kol. Chk (K) AAA PUTU OKA DEWI IRIANI, SH sebagai Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya. (humas/MA) 30. SdR. Manis Soejono, SH sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•