Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/KETUA MA MENJADI PEMBINA UPACARA HUT KEMERDEKAAN RI

KETUA MA MENJADI PEMBINA UPACARA HUT KEMERDEKAAN RI

rudy

Jakarta-Humas: Mahkamah Agung melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, mengusung tema “ Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju “, dengan Pembina upacara Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H, pada hari minggu, 17 Agustus 2025, bertempat dihalaman Gedung Mahkamah Agung.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ini, dimulai dengan penghormatan umum kepada pembina upacara, laporan pemimpin upacara, pengibaran bendera sang merah putih, mengheningkan cipta dan pembacaan naskah Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Panca Prasetya kopri, pembacaan doa serta diakhiri dengan laporan pemimpin upacara, bahwa upacara telah selesai.

Dalam rangkaian upacara tersebut Prof. Sunarto juga memberikan tanda kehormatan Satyalancana 30 tahun, Satyalancana 20 tahun, Satyalancana 10 tahun, serta piagam Satya Karya kehormatan Dwiwindu kepada pegawai Mahkamah Agung.

Upacara ini, diikuti oleh Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Para Ketua Kamar pada Mahkamah Agung, Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc, Hakim Yustisial, Pejabat Eselon 1 sampai 4, Pejabat Fungsional, pegawai, dan pengurus Dharmayukti Karini Mahkamah Agung. (Humas)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.