Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/KETUA MAHKAMAH AGUNG RI MELANTIK PANITERA MUDA DAN PANITERA PENGGANTI

KETUA MAHKAMAH AGUNG RI MELANTIK PANITERA MUDA DAN PANITERA PENGGANTI

okho
•
Bagikan:

Jakarta "“ Humas : Ketua Mahkamah Agung RI Dr. H. M. Hatta Ali, SH., MH melantik Panitera Muda dan Panitera Pengganti pada hari Selasa 12 Agustus 2014 di ruangan rapat Ketua Mahkamah Agung.

Berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 59/KMA/SK/IV/2014 sebagai Panitera Muda Agama, 105/KMA/SK/VI/2014 sebagai Panitera Muda Militer, 88/KMA/SK/V/2014 sebagai Panitera Muda Pidana Khusus dan 127/KMA/SK/VIII/2014 sebagai Panitera Pengganti.

Adapun ketiga orang Panitera Muda yang dilantik sebagai berikut : 1.Drs. H. Abd. Ghoni, SH., MH sebagai Panitera Muda Agama 2.Roki Panjaitan, SH sebagai Panitera Muda Pidana Khusus 3.Kolonel CHK H. Mahmud, SH sebagai Panitera Muda Militer

Dan lima orang Panitera Pengganti yang dilantik sebagai berikut : 1.Emmy Evelina Marpaung,SH 2.Retno Murni Susanti, SH., MH 3.Ni Luh Perginasari Artitah Rini, SH., M.Hum 4.Widia Irfani, SH., MH 5.Dr. H. Agung Sulistiyo, SH., MH

Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Non Yudisial, para Ketua Kamar, pejabat Eselon I, II, serta undangan lainnya.

Bagikan Informasi Ini

Bantu sebarkan informasi resmi ini melalui tautan atau kanal media sosial berikut.

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•