Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/KUMPULAN SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG TAHUN 2008 HINGGA APRIL 2009

KUMPULAN SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG TAHUN 2008 HINGGA APRIL 2009

okho
•

JAKARTA-HUMAS. Sebagai bagian layanan informasi bagi masyarakat, Mahkamah Agung mengeluarkan kumpulan Surat Edaran Mahkamah Agung Tahun 2008 hingga April 2009, yang dapat diunduh.

Kumpulan Surat Edaran Mahkamah Agung Tahun 2008 :

SEMA No.01 Tahun 2008,SEMA No.02 Tahun 2008,SEMA No.03 Tahun 2008,SEMA No.04 Tahun 2008,SEMA No.05 Tahun 2008,SEMA No.06 Tahun 2008,SEMA No.07 Tahun 2008,SEMA No.07A Tahun 2008,SEMA No.08 Tahun 2008,SEMA No.08A Tahun 2008,SEMA No.09 Tahun 2008,SEMA No.10 Tahun 2008,SEMA No.11 Tahun 2008,SEMA No.12 Tahun 2008,SEMA No.13 Tahun 2008

Kumpulan Surat Edaran Mahkamah Agung Tahun 2009 :

SEMA No.01 Tahun 2009,SEMA No.02 Tahun 2009,SEMA No.03 Tahun 2009,SEMA No.04 Tahun 2009,SEMA No.05 Tahun 2009,SEMA No.06 Tahun 2009,SEMA No.07 Tahun 2009(Biro Hukum dan Humas)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•