Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/PENGAMBILAN SUMPAH PEGAWAI NEGERI SIPIL DI MAHKAMAH AGUNG

PENGAMBILAN SUMPAH PEGAWAI NEGERI SIPIL DI MAHKAMAH AGUNG

okho

JAKARTA-HUMAS. Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung, Subagyo, hari ini Kamis, 29 Mei 2008, pukul 10.00 WIB, mengambil sumpah Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Mahkamah Agung sesuai dengan pasal 26 Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999. Pegawai Negeri Sipil yang diambil sumpahnya adalah mereka yang telah lulus ujian penerimaan Pegawai negeri Sipil Tahun Anggaran 2005 dan 2006. Pegawai yang diambil sumpah tersebut berjumlah 56 orang dan telah ditempatkan pada unit-unit kerja dilingkungan Mahkamah Agung RI.

Subagyo juga mengingatkan kepada para pegawai untuk selalu mengingat akan naskah sumpah yang telah diucapkan untuk dapat dilaksanakan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Diawal sambutannya Subagyo mengajak para pejabat Eselon I, II dan pegawai yang hadir untuk menundukan kepala seraya berdoa atas wafatnya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten, H. Suryadi, yang akan dikebumikan di Klaten Jawa Tengah.(ws)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.