Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/9 ORANG KETUA PENGADILAN TINGKAT BANDING DILANTIK

9 ORANG KETUA PENGADILAN TINGKAT BANDING DILANTIK

okho

JAKARTA-HUMAS. Hari ini Selasa, 1 Juli 2008 Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, melantik 4 (empat) orang Ketua Pengadilan Tinggi dan 5 (lima ) orang Ketua Pengadilan Tinggi Agama, pukul 11.00 WIB, bertempat di ruang Kusuma Atmadja, gedung Mahkamah Agung.

Ke 9(sembilan) pimpinan Pengadilan Tingkat Banding tersebut diambil sumpahnya dan dilantik berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor : 077/KMA/SK/VI/2008 dan 078/KMA/SK/IV/2008 tanggal 4 Juni 2008 serta Nomor : 01/KMA/SK/VI/2008 tanggal 30 Juni 2008. Para Pejabat yang dilantik adalah Bagus Sugiri sebagai KPT. Semarang, Rusman Dany Achmad sebagai KPT. Palembang, P. Rosmala Sitorus sebagai KPT. Pontianak, Ngakan Putu Menuh sebagai KPT. Kendari, Hefni HS. Hasan sebagai KPTA. Pontianak, H. Muzani Zahri sebagai KPTA. Jambi, H.M. Saleh Puteh sebagai Ketua Mahkamah Syariah Provinsi NAD, H. Soufyan M. Saleh sebagai KPTA. Banten dan H. Jaffar Abdul Muchith sebagai KPTA. Bangka Belitung.

Pada sambutannya, Bagir Manan hanya memberikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya istri dari Ketua Pengadilan Tinggi Semarang beberapa waktu lalu. Bagirjuga menekankan kepada para Ketua Pengadilan Tinggi yang baru dilantik, untuk membenahi Pengadilan supaya lebih baik dalam segala hal.(ws/jup)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.