Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/CHIEF JUSTICE OF MALAYSIA MEETS HATTA ALI

CHIEF JUSTICE OF MALAYSIA MEETS HATTA ALI

azizah
•
Share:

Jakarta – Public Relation: Chief Justice of Malaysia Tan Sri Datuk Seri Panglima Richard Malanjum visits Supreme Court of Republic of Indonesia on Tuesday, March 26th 2019. Malanjum and group hosted by Chief Justice of Supreme Court of Republic of Indonesia Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH., Vice Chief Justice for Judicial Matters, Dr. H. M. Syarifuddin, SH., MH, Vice Chief Justice for Non Judicial Matters, Dr. Sunarto, SH., M.Hum, and Chief of Development Chamber, Prof. Dr. H. Takdir Rahmadi, SH., LLM.

In the meeting, Malanjum asks many questions to Hatta Ali such as how many Indonesian women justice, how to recruit justice and many more. Hatta Ali’s description on how to be justice in Indonesia’s Supreme Court surprised Malanjum and group. Hatta told that every judges in whole Indonesia has chance to be justice, but the fact is many judges do not interest to get that opportunity. The requirement is very arduous such as clean track record, making paper, interviewing, etc.

According to Hatta, to be a justice in Indonesia every candidate should trough the series of interview. Not only the candidate will be interviewed but also family, neighbor, and childhood friend will be questioned too on track record of the candidate. If found even a little bit disgrace, said Hatta in front of Malaysia’s Chief Justice and group, the candidate will be failed to be justice. The disgrace such as lies, irresponsibility, and has more than one wife. “One day there was a judge who enroll as justice and then come report from public that the judge accepted the pen from lawyer when judge officiated in District Court. Because of the pen, the judge failed to be justice.” Said Hatta which made Malanjum and group enthusiastic about Hatta describing. “It is such as want to look for an angel.” Asked Malanjum amazingly.

Malanjum said that this process highly different with the process in Malaysia. According to Malanjum every justice in Malaysia is Sultan (king) chosen, Sultan has prerogative to assign someone as justice. “They who become justice in Malaysia are Sultan’s chosen.” Said Malanjum.

“So, if in Indonesia the justice shall not have more than one wife, in Malaysia it is not problem.” Said Malanjum then Hatta and group laughing.

In the end of meeting, both chief justice give souvenir each other and take picture together in work room of Chief Justice of Indonesia. (azh/RS

Share this Information

Help share this official information via link or social media channels.

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•