Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/DR. H. MUHAMMAD. SHALEH, SH., MH TERPILIH MENJADI WAKIL KETUA MA BIDANG YUDISIAL

DR. H. MUHAMMAD. SHALEH, SH., MH TERPILIH MENJADI WAKIL KETUA MA BIDANG YUDISIAL

okho
•
Share:

Jakarta-Humas: Ketua Muda Perdata Khusus Mahkamah Agung RI, Dr. H. Muhammad Shaleh terpilih menjadi Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial menggantikan H. Abdul Kadir Mapong, SH yang telah pensiun. Ketua Ikatan Hakim Indonesia ini meraih 22 suara dari 41 suara yang ada, unggul di antara Suwardi yang meraih 17 suara dan Artidjo Al Kostar 2 suara.

Ketua Mahkamah Agung, Dr. H. M. Hatta Ali, SH., MH. mengatakan dalam sambutannya " semoga Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial dapat mendukung dan melaksanakan seluruh program Mahkamah Agung bersama jajaran pimpinan dan aparat Mahkamah Agung seluruhnya dalam mencapai visi dan misi Mahkamah Agung dalam mewujudkan badan peradilan yang Agung.

Sedangkan Dr. H. M. Shaleh, SH., MH. selaku Wakil Ketua MAhkamah Agung Bidang Yudisial Terpilih mengatakan dalam sambutannya "Saya siap melaksanakan tugas sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial dalam mendampingi tugas-tugas Ketua Mahkamah Agung dan juga untuk muwujudkan Mahkamah Agung yang Agung". (az/Humas)

Share this Information

Help share this official information via link or social media channels.

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

Curiculum Vitae M. Shaleh.pdf

140 KB•Dokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•