Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/KMA MELANTIK PANITERA MAHKAMAH AGUNG

KMA MELANTIK PANITERA MAHKAMAH AGUNG

okho
•
Share:

Jakarta – Humas : Jum’at, 2/9/2016, Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, SH., MH melantik Panitera Mahkamah Agung Made Rawa Aryawan, SH., M.Hum. pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 52/M tahun 2016 tanggal 19 Agustus 2016. Panitera Mahkamah Agung Made Rawa Aryana menggantikan posisi Panitera Mahkamah Agung sebelumnya Soeroso Ono, SH., MH yang memasuki masa pensiun. Acara yang berlangsung di ruangan Kusuma Admadja, gedung tower lantai 14 dihadiri oleh Pimpinan Mahkamah Agung, Hakim Agung, Hakim Ad Hoc, Pejabat Eselon I, II dilingkungan Mahkamah Agung, para Asisten dan Askor Mahkamah Agung.

Share this Information

Help share this official information via link or social media channels.

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•