Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/THE CHIEF JUSTICE: “IT’S NOT EASY TO BE A HEAD OF APPEAL COURT”

THE CHIEF JUSTICE: “IT’S NOT EASY TO BE A HEAD OF APPEAL COURT”

azizah
•
Share:

Jakarta-PR: Chief Justice of Supreme Court, Prof Dr. H. M. Hatta Ali., SH., MH., inaugurates 11 heads justice of Appeal Court, three from General Court and eight from Religious Court on Friday, July 28th 2017 in Prof. Dr. Kusumah Atmadja room, 14th floor Supreme Court building. The Chief Justice in the speech said that responsibility and challenge got by heads justice of Appeal Court as voorpost of Supreme court is not easy. “We face high public expectation on judiciary services. Judiciary apparatus asked to move fast in anticipating kind of changes trough developing quality of services and creating innovation in public services which is given by judiciary.” Hatta Said.

The inauguration based on Decree of Chief Justice of Supreme Court of Republic of Indonesia Number 29 / KMA / SK / II/2017 on Febuary 01, 2017, 117 / KMA / SK / VI / 2017 on June 19, 2017, and 118 / KMA / SK / VI / 2017 on June 19, 2017.

Chief Justice of Supreme Court urges all head of Appeal Court can stir the organization to get back public trust to court trough developing the quality of court services as well innovations.

Vice Chief Justice for Judicial Matters, Chief of Judicial Commission, Chief of Chambers, Honorable Judges, Echelon 1 and 2 officers in Supreme Court and the other invitations attended the innaguration.

Here are the 11 names of Chief of Appeal Courts inaugurated:

From General Court:

1. H. Adam Hidayat Abu Atiek, SH., MH, As Head of Pekanbaru Appeal Court

2. Ohan Burhanuddin Purwawangca, SH.,MH, as Head of Palembang Appeal Court

3. Respatun Wisnu Wardoyo, SH, as Head of Ambon Appeal Court.

From Religious Court:

1. Drs. H. Muklis, SH.,M.Hum, as Head of Jambi Religious High Court

2. Drs. H. Anwar, MH, as Head of Makassar Religious High Court

3. Drs. M. Taufiq H. Z, MHI. As as Head of Medan Religious High Court

4. Drs. H. Shofrowi, SH., MH, as Kupang as Head of Jambi Religious High Court

5. Dr. H. Empud Mahpudin, Sh., MH, as Bangka Belitung Head Religious High Court

6. Drs. H. Ahmad, SH., MH., as as Head of Banten Religious High Court

7. Drs. H. M. Syarif M, SH., MH., as Head of Palembang Religious High Court

8. Drs. H. Maslihan Saifurrozi, SH., MH., as Head of Pontianak Religious High Court

(PN/Azh/RS)

Share this Information

Help share this official information via link or social media channels.

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•