Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/MA REPUBLIK INDONESIA MENJADI TUAN RUMAH PERTEMUAN MEJA BUNDAR PARA KETUA MAHKAMAH AGUNG SE-ASIA TENGGARA UNTUK LINGKUNGAN

MA REPUBLIK INDONESIA MENJADI TUAN RUMAH PERTEMUAN MEJA BUNDAR PARA KETUA MAHKAMAH AGUNG SE-ASIA TENGGARA UNTUK LINGKUNGAN

okho
•

JAKARTA "“ HUMAS , Sebuah kebanggan bagi Mahkamah Agung RI akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pertemuan Meja Bundar Para Ketua Mahkamah Agung Se- ASEAN yang berlangsung pada Selasa "“ Rabu, 6 "“ 7 Desember 2011 di Hotel Mandarin, Jakarta. Acara pertemuan ini dihadiri oleh Para Ketua MA dan delegasi dari Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, Myanmar, Laos, Kambodia, dan Vietnam. Pertemuan ini akan memetakan peran pengadilan dan memastikan aturan hukum dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup di kawasan ASEAN, terutama berkaitan dengan kejahatan illegal lingkungan. (humas/ats)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•