Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/MA SELENGGARAKAN UJIAN TERTULIS CAKIM AD HOC TIPIKOR TAHAP II TAHUN 2010

MA SELENGGARAKAN UJIAN TERTULIS CAKIM AD HOC TIPIKOR TAHAP II TAHUN 2010

okho
•

JAKARTA "“ HUMAS, Senin 27 September 2010 secara serentak Mahkamah Agung selenggarakan Ujian Tertuluis Calon Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi Tahap II Tahun 2010 di 21 Pengadilan Tinggi dengan Jumlah 386 Peserta di antaranya Pengadilan Tinggi (PT) Medan 25 Peserta, PT Padang 34 Peserta, PT Pekan Baru 5 Peserta, PT Jambi 7 Peserta, PT Bengkulu 7 Peserta, PT Palembang 19 Peserta, PT Tanjung Karang 19 Peserta, PT Bangka Belitung 10 Peserta, PT Banten 8 Peserta, PT DKI Jakarta 55 Peserta, PT Bandung 32 Peserta, PT Semarang 22 Peserta, PT Yogyakarta 9 Peserta, PT Surabaya 24 Peserta, PT Banjarmasin 7 Peserta, PT Samarinda 7 Peserta, PT Mataram 21 Peserta, PT Makassar 37 Peserta, PT Palu 6 Peserta, PT Kendari 20 Peserta dan terakhir PT Jayapura 12 Peserta.

Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Ansyahrul, SH. MH membuka Penyelenggaraan Ujian Tertulis Calon Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi Tahap II Tahun 2010. Peserta Ujian Cakim Ad Hoc Tipikor yang hadir 52 peserta antara lain Pelamar untuk Tingkat Pertama 29 Peserta dari Jakarta dan Pelamar Tingkat Banding 19 Peserta dari Jakarta dan 4 Peserta dari Pontianak serta jumlah keseluruhan 55 Peserta dan 3 Peserta tidak Hadir. (ds/ats)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•