Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/MA TANDATANGANI MOU DENGAN SSR BELANDA

MA TANDATANGANI MOU DENGAN SSR BELANDA

okho
•

JAKARTA - HUMAS, Peningkatan kualitas hakim terus menjadi perhatian serius MA. Hal ini sejalan dengan tujuan MA untuk mewujudkan Badan Peradilan Yang Agung. Untuk itu diperlukan pendidikan untuk mencetak hakim - hakim profesional dan berkualitas.

Menyadari hal itu, MA menandatangani Mou dengan Studiecentrum Rechpesleging The Kingsdom Nedherland (SSR)mengenai Pelatihan dan program magang di Indonesia pada Jumat, 19 November 2010. Hadir dalam penandatanganan ini Ketua MA, Wakil Ketua MA bidang Yudisial, Ketua Muda Pembinaan, Kepala Balitbangdiklatkumdil MA, dan perwakilan dari SSR Belanda.

Dalam sambutannya, Ketua MA berharap dengan penandatanganan Mou ini pendidikan hakim dapat ditingkatkan. Sementara pihak SSR mengaku bangga dengan kerja sama ini, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keadilan (humas/ats)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•