"PEDASNYA NASI CAMPUR BALI " serba serbi Asean Law Association 2012
NUSA DUA "“ HUMAS. "So hot!" begitulah komentar pertama salah seorang delegasi dari Filiphina saat menikmati nasi campur yang dihidangkan dalam gala dinner yang diadakan oleh Gubernur Bali di Rumah Jabatan Gubernur Bali pada Kamis, 16 Februari 2012 malam. Nasi bumbu dipadu dengan irisan sayuran, ayam gurih dan sambal matah ini memang menggugah selera. Makanan khas Bali ini kerap menjadi suguhan saat jam makan di acara konferensi. Bagi sebagian orang, rasa pedasnya yang mantap menjadi penambah kenikmatan, namun buat sebagian lagi justru rasa pedasnya dianggap sebagai hal yang tidak menyenangkan. "Makanan di Bali ini rasanya dominan lebih pedas disbanding masakan di Negara saya" sambungnya kemudian. Tak hanya nasi Bali yang disuguhkan pada acara, kue "“ kue tradisional khas Bali juga turt meramaikan deretan hidangan. Kue gambir, pisang lapis hijau, nagasari, menjadi hidangan penutup yang manis. Namun, bagi Lu Duc Hanh Si, konsultan hukum asal Vietnam ini justru sangan menyukai masakan di Bali. "Saya suka aneka olahan sea food di sini. Seafoodnya segar dan bumbunya pas". Bahkan ketika disarankan untuk menikmati hidangan seafood di Jimbaran, matanya langsung berbinar. "Ini kali kedua saya ke Bali. Kalau untuk nasi campur saya suka dengan irisan serehnya, rasanya seperti daging ayam. Tadinya saya berfikir itu adalah irisan bamboo, tapi ternyata bukan" sambung wanita berkulit putih ini lagi. Soal rasa, lidahnya mampu beradaptasi dengan baik dalam hal mencicipi makanan khas Bali. "Tak berbeda jauh dengan masakan Vietnam yang memang cenderung berbumbu. Hanya saja rasamasakan Vietnam dominan asam pedas sementara bali dominan pedas saja".
Acara makan malam ini kian meriah dengan penampilan paduan suara Dharmayukti Karini Pengadilan Tinggi Denpasar dan Tari "“ tarian. Gubernur Bali juga memberikan kenang "“ kenangan kepada para Ketua Delegasi Peserta AL A. Bahkan Ketua ALA dalam sambutan pembukaannya menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam "“ dalamnya atas sambutan yang luar biasa. "Saya berharap tahun depan saya bisa menunjungi Bali Lagi". Acara ditutup dengan foto bersama para Ketua MA se-ASEAN dengan para penari Bali. (ats / humas)
