Sekretaris MA : "Setelah Tingkat Nasional, saatnya MA Go Internasional"
Ambon-Humas: Sekretaris MA senantiasa mendorong semua aparatur peradilan untuk mengubah perilaku kerja demi meningkatkan kinerja di masing-masing satuan kerja. "Saya tidak segan memberikan reward kepada ketua pengadilan yang melakukan inovasi demi meningkatnya citra Mahkamah Agung. Masing-masing harus berlomba untuk meningkatkan sisi positif lembaga kita." Kata Nurhadi, Sekretaris MA dalam acara pembinaan Teknis dan Administrasi Justisial di Ambon(11/12) di hadapan para Ketua Pengadilan, Wakil Ketua Pengadilan, Hakim, Panitera/Sekretaris, dan pejabat struktural lainnya pada Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama pada empat Lingkungan Peradilan se-wilayah Maluku.
MA boleh berbangga hati dengan capain yang sudah diraihnya selama ini. Diantaranya, dua kali berturut-turut meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan Tata Kelola Keuangan tertinggi. Prestasi yang sudah diraih oleh MA ini menurut Sekretaris MA menjadi pemantik untuk meraih prestasi-prestasi selanjutnya. "Kalau perlu jangan hanya level nasional, tapi go Internasional!" Tegasnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa prestasi Internasional bukan tak mungkin dapat diraih oleh MA. Salah satunya pada Pengadilan Agama Stabat yang meraih ISO dalam layanan publik. "Sistem manajemen mutu dengan standar ISO merupakan salah satu yang harus dirintis oleh MA supaya go internasional".
Dalam kesempatan ini pula, sekretaris MA juga mengkampanyekan daerah wajib bebas korupsi (WBK). Adapun hal-hal yang menjadi indikator penerapan daerah wajib korupsi adalah : indeks integritas yang dikeluarkan oleh KPK, indeks kepuasan masyarakat, dan akuntabilitas kinerja.
Kinerja yang prima tentunya akan meningkatkan kesejahteraan. Kesejahteraan yang sudah meningkat harus disesuaikan dengan kinerja yang lebih baik. "Sebagaimana saya tidak segan memberikan reward bagi yang berprestasi, saya juga tidak akan segan memberikan punishment bagi siapa saja yang tidak bekerja atau malas-malasan apalagi sampai memperburuk citra MA." Tegas Nurhadi.
Pada hari yang sama, malamnya (pukul 20.00 WIT) dilanjutkan dengan pembinaan oleh Ketua MA dan para Ketua Kamar. Dalam sesi yang berlangsung selama lima jam ini lebih menitikberatkan pada pembinaan secara teknis. (Ifah/az/RM)
Share this Information
Help share this official information via link or social media channels.
