SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG KUNJUNGI PN SEI RAMPAH DAN PN TEBING TINGGI
Medan - Humas: Kesempatan melaksanakan pembinaan untuk empat lingkungan peradilan di Medan dimanfaatkan juga oleh Sekretaris Mahkamah Agung A. S. Pudjoharsoyo mengunjungi satuan-satuan kerja di wilayah Sumatera Utara. Selain mengunjungi Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Pudjoharsoyo juga mengungjungi PN. Sei Rampah dan PN. Tebing Tinggi.
PN. Sei Rampah adalah satu dari empat pengadilan baru di wilayah Sumatera Utara. PN Sei Rampah bersatker induk di PN. Lubuk Pakam dan bertetangga dengan PN. Tebing Tinggi.
Di PN. Sei Rampah, Sekretaris Mahkamah Agung yang didampingi oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, Herri Swantoro, Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan, Zarof Ricar, Kepala Biro Perencanaan, Joko Upoyo Pribadi, Kepala Biro Penglengkapan, Rosfiana, Kepala Biro Keuangan, Sahwan, dan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan, Edward Simamarmata serta beberapa hakim Pengadilan Tinggi Sumatera Utara diterima Ketua PN Sei Rampah, Delta Tamtama dan jajaran Hakim serta seluruh aparatur pengadilan tersebut.
Setibanya di Sei Rampah, Sekretaris Mahkamah Agung meninjau lahan seluas 10.000 M2 yang diatasnya menurut rencana akan dibangun gedung Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama. Berdasarkan keterangan Ketua PN Sei Rampah, Delta Tamtama, tanah tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Serdang Bedagai. “Hibah tersebut sudah dibaliknamakan menjadi aset Mahkamah Agung,” ujar Delta bercerita.
Banyak Perkara dan Berkantor di Ruko
Bagi aparatur PN Sei Rampah, ketersediaan tanah tersebut membersitkan harapan agar mereka segera dibangunkan gedung baru mengingat saat ini mereka berkantor di sebuah rumah toko (ruko) yang desain dan peruntukannya bukan untuk sebuah kantor, termasuk kantor pengadilan yang membutuhkan kenyamanan dan keamanan.
“Meskipun bukan diperuntukkan untuk sebuah gedung pengadilan, ruko ini kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat,” tambah Delta menjelaskan.
Ruko yang disewa untuk PN. Sei Rampah tersebut terdiri dari empat ruko berlantai tiga yang dihubungkan dengan pintu-pintu kecil disetiap lantainya. Lantai satu ruko pertama dipergunakan untuk ruang tunggu sidang, sementara ruko kedua dimanfaatkan untuk ruang sidang utama. Ruang sidang lainnya ada di lantai 3 ruko pertama. Sedangkan di lantai dua dipergunakan sebagai ruang tahanan. Sedangkan lantai satu ruko ketiga dipergunakan sebagai ruang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).
Melihat desain bangunan dan fungsionalisasi ruangan yang ada, Sekretaris Mahkamah Agung menilai gedung tersebut tidak layak untuk pelanan pengadilan. “Mudah-mudahan ada kantor pemerintah atau swasta yang dapat disewa sementara untuk memudahkan pelayanan PN. Sei Rampah sebelum gedung di lahan yang tersedia dapat dibangun,” harap Pudjoharsoyo.
Kondisi bangunan dan pelayanan di pengadilan tersebut menjadi semakin berat karena hanya didukung oleh 16 orang sumber daya manusia, dari pimpinan hingga jurusita. Disamping itu, jumlah perkara yang diperiksa oleh pengadilan tersebut ternyata cukup signifikan.
“Sepanjang tahun 2019, perkara pidana biasa yang masuk berjumlah 126 perkara, perkara pidana cepat sebanyak 18 perkara, pidana anak sebanyak 7 perkara, tindak pidana ringan (lalu lintas) sebanyak 1.168 perkara, perdata gugatan sebanyak 9 perkara dan perdata permohonan sebanyak 15 perkara,” ujar Delta menggambarkan.
Pada tahun 2018, ketika pengadilan ini mulai beroperasi sejak tanggal 8 November 2018, pengadilan ini telah menerima 112 perkara pidana biasa, 8 pidana cepat, dan 8 perkara tindak pidana ringan. Sementara perkara perdata yang diterima terdiri dari 11 perkara gugatan dan 5 perkara permohonan.
Merespons keadaan tersebut, Sekretaris Mahkamah Agung berjanji untuk memberikan tambahan 10-15 tenaga honorer untuk mendongkrak kekuatan Sumber Daya Manusia di pengadilan tersebut. “Mudah-mudahan tambahan tenaga honorer nanti bisa membantu mengurangi beban pekerjaan yang harus ditangani oleh pegawai yang sudah ada,” ujar Pudjoharsoyo.
Kehadiran Sekretaris Mahkamah Agung beserta rombongan ke PN. Sei Rampah bagai “oase” yang diharapkan oleh segenap aparatur di pengadilan tersebut. “Kalau tuan pergi ke Bekasi, jangan lupa di hari Jum”at, kunjungan Pak Sesma kami ucapkan terima kasih, aparatur PN Sei Rampah tetap semangat,” ujar Idris, Sekretaris PN. Sei Rampah dalam untaian pantun.
Berkunjung Juga Ke PN Tebing Tinggi
Dari PN Sei Rampah, rombongan Sekretaris Mahkamah Agung bergerak menuju PN. Tebing Tinggi yang berjarak sekitar 25 menit perjalanan. Meski hari libur, sejumlah aparatur pengadilan tersebut masuk dan menyambut kedatangan Sekretaris Mahkamah Agung.
Meski gedung yang ditempati terbilang tua dan belum sesuai dengan prototype gedung pengadilan, PN. Tebing Tinggi mampu menghadirkan pelayanan yang ramah, asri dan suasana yang bersih di lingkungan kantornya. Mengomentari situasi gedung tersebut, Pudjoharsoyo berharap agar aparatur PN. Tebing Tinggi tetap bersemangat melayani masyarakat. “Fungsionalisasi gedung dan ruangan kita utamakan, sebelum kita bisa membangun yang sesuai dengan prototype,” pungkas Pudjoharsoyo. (Humas/Mohammad Noor)
Share this Information
Help share this official information via link or social media channels.
