WKMA BIDANG YUDISIAL : "KAMI AKAN MENEMPATKAN ORANG YANG TEPAT"
JAKARTA-HUMAS. Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Marianna Sutadi, diruang kerjanya saat memberikan keterangan terkait dengan penyelenggaraan Uji Kepatutan dan Kelayakan bagi para Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri sebagai calon Hakim Tinggi, Ketua/Wakil Ketua Pengadilan Negeri untuk Pengadilan Klas I-A Khusus, yang diselenggarakan pagi ini (20/8) pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat Wakil Ketua Mahkamah Agung, Lantai II.
Menurut Marianna, nama-nama yang ikut ujian ini secara administrative sudah diperiksa oleh Badan Pengawasan dan juga sudah menyerahkan daftar LHKPN ke KPK. Mahkamah Agung baru mencari bentuk dan formula yang tepat dan sebagai uji coba baru diselenggarakan pada Peradilan Umum, yang nantinya akan berlaku bagi ke-empat lingkungan Badan Peradilan.
Marianna menegaskan, "dalam rangka transparansi, Mahkamah Agung tidak menutup kemungkinan masyarakat member masukan terhadap calon Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Klas I-A Khusus ini. Dengan hal seperti itu maka akan timbul "sense of belonging" masyarakat terhadap Pengadilan, untuk menuju pelayanan yang lebih baik. Hal tersebut akan berdampak bagi Hakim agar bekerja secara professional, jujur dan adil. Dengan ujian seperti ini, kami akan menempatkan orang yang tepat dan tempat yang tepat, hal ini untuk menghilangkan syak wasangka bagi para Hakim yang memiliki perasaan lain-lain terhadap penempatan Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri di Klas I-A Khusus", ungkapnya.
Pada Kesempatan itu pula, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Harifin A. Tumpa, juga memberikan pengarahan bagi para peserta Uji Kelayakan dan Kepatutan ini; " dari sekian banyak orang yang merasa dirinya mampu untuk menduduki jabatan sebagai Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Klas I-A Khusus, maka harus diadakan ujian seperti ini", ujarnya.
Disaat yang sama, Ketua Pengadilan Negeri Makale, Karel Tupu, menyatakan, " Mahkamah Agung sudah melakukan transparansi secara baik, terbukti bahwa para Pimpinan Mahkamah Agung tidak lagi memilih dan menempatkan seseorang sebagai Ketua maupun Wakil ketua Pengadilan Negeri Klas I-A Khusus secara sembarangan, tetapi Pimpinan Mahkamah Agung memilih seseorang yang berkompeten dibidangnya dan dapat menjalankan tugas dengan baik", ucapnya. Saat ditanya, apakah ujian seperti ini membuat merasa nervous atau ded-degan, dia menyatakan "deg-degan itu manusiawi", ujarnya sambil tersenyum.
Uji kelayakan dan Kepatutan yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung yang ke-3 kalinya ini, didasarkan pada Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 099/KMA/SK/VII/2008 tanggal 25 juli 2008 dengan Tim Seleksi sebagai berikut : Marianna Sutadi, SH (Ketua Tim); Dr. Harifin A. Tumpa, SH, MH (Wakil Ketua Tim); Siti Nurdjanah, SH, MH (Sekretaris I); Albertina Ho, SH, MH (Sekretaris II); Iskandar Kamil, SH (Anggota); Abdul Kadir Mappong (Anggota); Djoko Sarwoko, SH, MH (Anggota); Atja Sondjaja, SH, MH (Anggota); M. Hatta Ali, SH, MH (Anggota).
Menurut jadwal Acara yang ada, Uji Kelayakan dan Kepatutan ini dselenggarakan pada tanggal 20 Agustus sampai dengan 21 Agustus 2008, dengan peserta sejumlah 32 Orang dan pelaksanaan dibagi selama 2 (dua) hari. Para peserta ujian, yang ikut ujian hari ini (20/8) adalah : Susanto (KPN. Bengkulu); Achmad Subaidi (KPN. Jambi); Asli Ginting (KPN. Manado); Hidayat (WKPN. Sidoarjo); Sularso (WKPN. Pekanbaru); H. Mohammad Lutfi (KPN. Poso); Joko Siswanto (KPN. Pati); Anthony Syarief (KPN. Singkawang); Sumanto (KPN. Samarinda); Mochamad Djoko (KPN. Ambon); Mohamad Hatta (WKPN. Palembang); I Nyoman Sutama (WKPN. Denpasar); Suryanto (WKPN. Mataram); Karel Tuppu (KPN. Makale); John Pieter (KPN. Atambua); Ewit Soetriadi (KPN. Bukittinggi). Sedangkan yang mengikuti ujian tanggal 21 Agustus 2008 adalah sebagai berikut : Kusriyanto (KPN. Sampit); Samsudin (KPN. Kandangan); Edhi Sudarmuhono (KPN. Sukabumi); Tani Ginting (KPN. Banyuwangi); Sutjahyo Padmo wasono (KPN. Karawang); Rosidin (KPN. Pangkal Pinang); Humuntal Pane (KPN. Mataram); I Nyoman Gede Wirya (KPN. Denpasar); Binsar P Pakpahan (KPN. Bogor); Moh. Eka Kartika (KPN. Bale Bandung); Guntur Purwanto Djoko lelono (KPN. Cianjur); Herri Swantoro (KPN. Sleman); Mega Boeana (KPN. Bau Bau); Amril (KPN. Maros); Hanifah Hidayat Noor (KPN. Malang); Alfred Artie Makaginsar (WKPN Palangkaraya).(jup)
