Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hakim Agung

  1. Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. - Ketua Mahkamah Agung RI
  2. H. Suharto, S.H., M.Hum. - Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial
  3. Dr. H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. - Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial
  4. Dr. Prim Haryadi, S.H., M.H. - Ketua Kamar Pidana
  5. Prof. Dr. Hamdi, S.H., M.Hum. - Ketua Kamar Perdata
  6. Dr. H. Yasardin, S.H., M.Hum. - Ketua Kamar Agama
  7. Brigjen TNI Purn Hidayat Manao, S.H., M.H. - Ketua Kamar Militer
  8. Prof. Dr. H. Yulius, S.H., M.H. - Ketua Kamar Tata Usaha Negara
  9. Syamsul Maarif, S.H., L.LM, PhD. - Ketua Kamar Pembinaan
  10. Prof. Dr. H. Yanto, SH., M.H. - Ketua Kamar Pengawasan
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.