Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/DECISION OF CHIEF JUSTICE OF SUPREME COURT ON THE ACTING OF SECRETARY OF SUPREME COURT OF REPUBLIC INDONESIA

DECISION OF CHIEF JUSTICE OF SUPREME COURT ON THE ACTING OF SECRETARY OF SUPREME COURT OF REPUBLIC INDONESIA

azizah

Jakarta-PR: Accoding to the resignation of Secretary of Supreme Court of Republic of Indonesia, Nurhadi, SH., MH., which was started on 1st August 2016 and based on Decision of President of Republic of Indonesia number 80/TPA 2016 on July 28th 2016, Chief Justice of Supreme Court, Prof. DR. Hatta Ali., SH, MH., commands Head of Administration Board, DR. Drs. Aco Nur, SH., MH, as an Acting of Secretary of Supreme Court.

For further information, please download the attachment of the Decision. (rr/Azh/RS)

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

PLT_Sekma.pdf

1.5 MBDokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.