Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/UNDANGAN LAUNCHING COMPUTER SECURITY INCIDENT RESPONSE TEAM MAHKAMAH AGUNG (MA CSIRT)

UNDANGAN LAUNCHING COMPUTER SECURITY INCIDENT RESPONSE TEAM MAHKAMAH AGUNG (MA CSIRT)

rudy

Jakarta – Humas : Dalam rangka kesiapan penerapan penanggulangan insiden keamanan siber dan guna meningkatkan kesadaran bersama atas pentingnya keamanan siber di lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya, bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), telah dibentuk Tim Tanggap Insiden Siber (Computer Security Incident Response Team) Mahkamah Agung. Berkenan hal tersebut, mohon kehadiran Bapak/Ibu dalam kegiatan launching MA CSIRT oleh Ketua Mahkamah Agung yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 21 September 2023.

Untuk lebih jelas, silahkan klik tautan di bawah ini:

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

Surat Undangan Launching CSIRT - V4_sign.pdf

595 KBDokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.