Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/Undangan Pagelaran Wayang Kulit HUT ke-79 Mahkamah Agung RI Tahun 2024

Undangan Pagelaran Wayang Kulit HUT ke-79 Mahkamah Agung RI Tahun 2024

azizah

Jakarta-Humas: Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke 79 Mahkamah Agung RI Tahun 2024, Mahkamah Agung akan menyelenggarakan pagelaran wayang kulit 1 layar 3 dalang dengan lakon “WAHYU CAKRANINGRAT”, bersama ini diinstruksikan kepada para Ketua Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama di seluruh Indonesia untuk mengadakan acara nonton bersama pagelaran wayang kulit tersebut pada satuan kerja masing-masing yang akan dilaksanakan pada Sabtu 31 Agustus 2024.

Informasi selanjutnya, silakan klik tautan di bawah ini. (Humas)

Lampiran Dokumen

2 Berkas
PDF

UND 257 (ZOOM) Pagelaran Wayang Kulit HUT ke-79 Mahkamah Agung RI Tahun 2024_sign.pdf

191 KBDokumen Resmi
PDF

Undangan nomor 258.pdf

264 KBDokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.