Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Putusan/KEPUTUSAN KA BUA MAHKAMAH AGUNG RI TENTANG PENUNJUKKAN PEJABAT KPA/PENGGUNA BARANG DI LINGKUNGAN MAHKAMAH AGUNG RI DAN BADAN PERADILAN DI BAWAHNYA DI SELURUH INDONESIA T.A 2012

KEPUTUSAN KA BUA MAHKAMAH AGUNG RI TENTANG PENUNJUKKAN PEJABAT KPA/PENGGUNA BARANG DI LINGKUNGAN MAHKAMAH AGUNG RI DAN BADAN PERADILAN DI BAWAHNYA DI SELURUH INDONESIA T.A 2012

okho

Jakarta-Humas:Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI melalui Surat Keputusan Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI Nomor : 001/SK/BU-A/I/2012 tanggal 3 Januari 2012 telah menunjuk dan mengangkat Kuasa Pengguna Anggaran/Pengguna Barang di lingkungan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan di bawahnya di seluruh Indonesia seperti terlampir di bawah ini.(guns/mtw)

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

SKEP_KABUA_001_SK_BU-A_I_2012.pdf

356 KBDokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.