Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/`COURTESSY CALL` KMA BANGLADESH DAN KMA INDONESIA

`COURTESSY CALL` KMA BANGLADESH DAN KMA INDONESIA

okho

JAKARTA-HUMAS. Pertemuan antara KMA Bangladesh dengan KMA-RI hari ini berlangsung pukul 10.00 WIB di ruang Kusuma Atmadja gedung Mahkamah Agung-RI.

Ketua Mahkamah Agung Bangladesh beserta rombongan terlihat sangat antusias terhadap penjelasan dari Hakim Agung Atja Sondjaya tentang tata cara penanganan perkara di Mahkamah Agung dengan menggunakan sistem teknologi informasi yang saat ini sedang dikembangkan oleh Mahkamah Agung.

Penjelasan selanjutnya disampaikan oleh Hakim Agung Hatta Ali untuk menjelaskan tentang Sistem rekruitmen Hakim di Indonesia.

Pertemuan tersebut dari Mahkamah Agung RI dihadiri oleh seluruh pimpinan, Hakim Agung serta Pejabat Eselon I dan II pada lingkungan Mahkamah Agung RI.(jup)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.