Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/KETUA MA MENGAMBIL SUMPAH 2 (dua) ORANG KETUA MUDA MAHKAMAH AGUNG

KETUA MA MENGAMBIL SUMPAH 2 (dua) ORANG KETUA MUDA MAHKAMAH AGUNG

okho
•

JAKARTA -HUMAS, Selasa, 15 September 2009, Pukul 14.00 WIB Ketua Mahkamah Agung, Dr. H. Harifin A. Tumpa, SH. MH. Mengambil sumpah 2 (dua) orang Ketua Muda di ruang Tamu Ketua Mahkamah Agung.

Pengambilan Sumpah 2 (dua) orang Ketua Muda Mahkamah Agung, Berdasarkan pasal 9 ayat (3) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung Wajib bersumpah.

Dengan dasar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 67/P Tahun 2009 tanggal 28 Agustus 2009 telah diangkat Sdr. Prof. DR. Paulus Effendi Lotulung, SH. sebagai Ketua Muda Tata Usaha Negara (TUN) dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 67/P Tahun 2009 tanggal 28 Agustus 2009 telah diangkat Sdr. Drs. H. Andi Syamsu Alam, SH. MH. sebagai Ketua Muda Urusan Peradilan Agama (ULDILAG).

Acara Pengambilan Sumpah ini di hadiri para Wakil Ketua MA, Ketua Muda, Eselon I dan II di lingkungan Mahkamah Agung.(az,ls,ds/ats)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•