Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/KETUA MA MENGAMBIL SUMPAH KETUA BPK DAN WAKIL KETUA BPK

KETUA MA MENGAMBIL SUMPAH KETUA BPK DAN WAKIL KETUA BPK

okho
•

JAKARTA- HUMAS, Senin 26 Oktober 2009. Ketua Mahkamah Agung mengambil sumpah Drs. Hadi Purnomo, AK sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dr.Ir. Herman Widyananda, S.E., M,Si sebagai Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2009 "“ 2014.

Bertempat di Ruang Prof.Kusumah Atmadja Gedung Mahkamah Agung, Pengambilan Sumpah berlangsung khidmat. Acara dimulai pukul 11.00 WIB, dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Para Menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Plt Ketua KPK, Kepala Badan Intelejen Negara, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Para Ketua Muda, Para Ketua Lembaga, Para Pejabat BPK, Hakim Agung, Para Pejabat Eselon I dan II, serta para undangan lainnya.(ds,ifh,tnt/ats)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•