Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/KETUA MAHKAMAH AGUNG INDONESIA MENERIMA KETUA MAHKAMAH AGUNG BELANDA

KETUA MAHKAMAH AGUNG INDONESIA MENERIMA KETUA MAHKAMAH AGUNG BELANDA

okho
•

JAKARTA "“ HUMAS, Ketua MA RI, Dr. Harifin A Tumpa, SH., MH menerima kunjungan Ketua Mahkamah Agung Belanda pada Selasa, 15 Juni 2010 tepat pukul 10.30 WIB. Ketua MA didampingi oleh Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, H Abdul Kadir Mappong, SH, Koordinator Tim Pembaruan, Prof. Dr. Paulus E Lotulung, SH, Ketua Muda Pembinaan, Widayatno Sastro Hardjono, SH., M.Sc, Hakim Agung Prof. A.Gani, Kapusdiklatkumdil Mahkamah Agung, Anwar Usman, SH., MH dan Perwakilan Asistensi Pembaruan Peradilan MA RI. Sementara Ketua Mahkamah Agung Belanda didampingi oleh Ketua Peradilan Perdata, Ketua Peradilan Pidana dan Mr. Sebastian Pompe (NLRP).

Ketua Mahkamah Agung Belanda mengaku bangga dan berterima kasih atas sambutan Mahkamah Agung Indonesia yang sangat ramah. Dalam pembukaan pertemuan, Ketua Mahkamah Agung Belanda merasa terhormat dapat memenuhi undangan dari Mahkamah Agung Indonesia. Sebagai saudara, Belanda tak bisa lepas dari Indonesia. Terlebih, secara sistem hukum, baik Indonesia maupun Belanda memiliki pondasi yang sama. Bagi Mahkamah Agung Indonesia, pertemuan ini merupakan langkah strategis sebagai media untuk saling berbagi pengalaman khususnya di bidang sistem peradilan.

Pertemuan tersebut membahas tentang tata peradilan di masing "“ masing negara. Termasuk penerapan sistem kamar di kedua negara. Dijelaskan, bahwa Mahkamah Agung di Belanda hanya menaungi perkara perdata dan pidana. Sementara perkara Tata Usaha Negara dinaungi oleh sebuah lembaga tersendiri. Kedua pihak antusias untuk mempelajari sistem peradilan yang diterapkan di masing- masing negaranya. Tak terkecuali membahas kendala yang ditemui dalam penyelesaian perkara. Diharapkan pertemuan seperti ini dapat berlanjut. Rencananya, delegasi Mahkamah Agung Belanda akan berada di Indonesia hingga Jumat, 18 Juni 2010. (humas/ats)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•