Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/KUNJUNGAN DUTA BESAR INDONESIA UNTUK PANAMA KE MAHKAMAH AGUNG

KUNJUNGAN DUTA BESAR INDONESIA UNTUK PANAMA KE MAHKAMAH AGUNG

andhi.bua
•
Bagikan:

Jakarta-Humas, Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof.Dr.M.Hatta Ali,SH.,MH Menerima Duta Besar Indonesia Untuk Panama Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso yang Merangkap Honduras, Kostarika dan Nikaragua. Kunjungan Duta Besar Indonesia ini untuk Menyampaikan Kerja Sama Dengan Ketua Mahkamah Agung Panama dengan Ketua Mahkamah Agung Indonesia. Kunjungan ini Pada Tanggal 11 Oktober 2017 didampingi Oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial Dr.H.M. Syarifuddin,SH.,MH dan Hakim Agung I Agung Sumanatha,SH.,MH.

(sf/Rnd)

Bagikan Informasi Ini

Bantu sebarkan informasi resmi ini melalui tautan atau kanal media sosial berikut.

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•