Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/Penegasan Kembali Pelaksanaan Surat Edaran No.1 Tahun 2003 Tentang Mutasi Hakim

Penegasan Kembali Pelaksanaan Surat Edaran No.1 Tahun 2003 Tentang Mutasi Hakim

okho

JAKARTA-HUMAS. Mahkamah Agung R.I. mengeluarkan Surat Edaran Nomor 02 Tahun 2008 yang ditujukan kepada seluruh para Ketua Pengadilan Tinggi dan para Ketua Pengadlan Tingkat Pertama di seluruh Indonesia tentang penegasan kembali pelaksanaan tentang Mutasi Hakim. Surat Edaran yang ditandantangani oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Dr. Harifin A. Tumpa, S.H., merupakan penegasan kembali terhadap pelaksanaan Surat Edaran No.1 Tahun 2003 tentang Mutasi Hakim, demi kelancaran roda organisasi dan ketertiban dalam pelaksanaan tugas. Surat edaran tersebut dapat didownloaddi sini(guns)

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.