Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/PENGANGKATAN PEGAWAI DALAM JABATAN FUNGSIONAL PENERJEMAH MELALUI PROSES INPASSING

PENGANGKATAN PEGAWAI DALAM JABATAN FUNGSIONAL PENERJEMAH MELALUI PROSES INPASSING

okho
•

Berdasarkan Surat dari Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 091/Bua.2/Jbt.04.3/IV/2011 tentang Pengangkatan Pegawai dalam Jabatan Fungsional Penerjemah melalui Proses Inpassing, yang ditujukan kepada Yth : Panitera Mahkamah Agung RI, Dirjen Badan Peradilan Umum MA-RI, Dirjen Badan Peradilan Agama MA-RI, Dirjen Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara MA-RI, Kepala Badan Urusan Administrasi MA-RI, Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil MA-RI, Kepala Badan Pengawasan MA-RI dan Ketua Pengadilan Tingkat Banding Seluruh Indonesia.

Berikut ini kami sampaikan lampirannya perihal tersebut diatas.(Ind/Irn)

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

PENTERJEMAH_PROSES_INPASSING.pdf

560 KB•Dokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•