PROGRAM "CLENT SERVICE" SEMAKIN DIMANTAPKAN
MELBOURNE-HUMAS. "Orang yang datang ke Pengadilan adalah sama dan Pengadilan tidak boleh memihak. Yang memiliki cacat fisik harus mendapatkan prioritas dalam pelayanan, tetapi dimata hukum semua manusia sama. Dasar utama hukum adalah saling kepercayaan dari "titik awal" dan bagaimana kita mengimplementasikan pelayanan ini kepada masyarakat, untuk hal itu perlu penelitian keanekaragaman budaya" ungkap Senior Justice Family Court of Australia, Nahum Mushin, hari ini (20/5) di ruang kerjanya sesaat sebelum peluncuran bukunya berjudul Families And The Law In Australia.
Sebelum peluncuran buku tersebut dilaksanakan, Dirjen Badan Peradilan Agama beserta rombongan yang memang pada saat ini berada di Melbourne mendapatkan kehormatan untuk mendapatkan penjelasan terlebih dahulu tentang Masalah Budaya dan Pengadilan oleh Nahum Mushin, karena hal ini berkaitan dengan apa yang sedang dipelajari oleh utusan Badan Peradilan Agama tentang "client service" dan tata cara pelaksanaannya di Pengadilan tersebut.
Menekankan terhadap pelayanan Pengadilan terhadap pencari keadilan, Nahum juga menjelaskan tentang bagaimana pengadilan dengan sangat terbuka menyampaikan tata-cara pengadilan itu beroperasi, supaya masyarakat yang datang ke Pengadilan tidak menjadi buta terhadap hukum yang sedang berlaku dan bagaimana prosedurnya.
Acara peluncuran buku dimulai pukul 11.00 waktu setempat, dengan dihadiri oleh banyak pihak. Yang menarik, dalam peluncuran buku tersebut, diantara undangan hadir dari berbagai kalangan termasuk rombongan Peradilan Agama Indonesia. Hadir pula Sekretaris Parlemen yang juga memberikan pidato sambutan pada acara tersebut.
Usai acara peluncuran buku, rombongan Badan Peradilan Agama, melanjutkan pembelajaran tentang "client service", yang diawali dengan Program Responsif Anak. Program ini menekankan tentang peran dari "konsultan keluarga" yang berada di Australia, untuk menangani kasus perceraian dari permulaan hingga sampai ke tangan Hakim apabila tidak terelakkan lagi jalan perdamaian.
Tujuan utama dari "family consultan" ini adalah untuk membentuk hubungan yang profesional dan didasari atas kepercayaan anak dan orang tua, serta kepentingan terbaik anak merupakan pertimbangan yang paling utama. Hal ini dapat melindungi hak-hak anak darikekerasan fisik, kekerasan emosional disaat orang-tua mereka bercerai. Pada sesi ini, peserta melanjutkan skenario yang dibuat oleh pihak Family Court dari hari pertama dalam kasus perceraian, untuk melihat bagaimana konsultan keluarga tersebut menangani hal perceraian serta membangun komunikasi yang baik dengan para pihak termasuk sang anak.
Setelah sesi ini selesai banyak sekali pertanyaan dari peserta sehingga waktu yang ditentukan telah melewati batas, sehingga pihak Family Court harus mengingatkan kembali, bahwa peserta mendapat undangan makan malam dari Chief Justice Bryant pada pukul 19.00 waktu Melbourne.(jup)
