Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Berita/WAKIL KETUA MAHKAMAH AGUNG BIDANG NON YUDISIAL MELANTIK SEBELAS ORANG PANITERA PENGGANTI DI LINGKUNGAN KEPANITERAAN MAHKAMAH AGUNG

WAKIL KETUA MAHKAMAH AGUNG BIDANG NON YUDISIAL MELANTIK SEBELAS ORANG PANITERA PENGGANTI DI LINGKUNGAN KEPANITERAAN MAHKAMAH AGUNG

okho
•

JAKARTA "“ HUMAS, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Dr. Harifin A Tumpa, SH. MH., hari ini (04 Februari 2009) pukul 09.00 WIB melantik sebelas orang Panitera Pengganti di lingkungan Kepaniteraan Mahkamah Agung di ruang Mr. Dr. Wiryono Projodikoro gedung Mahkamah Agung RI. Sebelas orang Panitera Pengganti yang baru di lantik tersebut adalah : Emilia Djaja Subagia, SH., Yuli Heryati, SH., Nawangsari, SH., MH., Tety Siti Rochmat Setyawaty, SH., Drs. Asadurrahman, MH., Ferry Agustina Budi Utami, SH., Rahayuningsih, SH., MH., Sumartanto, SH., Barita Sinaga, SH., MH., Drs. M. Slamet Turhamun, MH., dan Purwanto, SH.

Dalam sambutannya Harifin menekankan kepada para Panitera Pengganti agar dapat membantu tugas-tugas Hakim Agung baik secara teknis maupun non teknis, secara teknis adalah tugas-tugas yang berkaitan dengan perkara sedangkan non teknis yang bersifat administrasi. Acara pelantikan dihadiri para Pejabat Eselon I, II dan para Panitera Pengganti dilingkungan Mahkamah Agung.

⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•