Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/HAK CUTI TAHUNAN DAN PEMANTAUAN KEHADIRAN APARATUR SIPIL NEGARA SEBELUM DAN SESUDAH CUTI BERSAMA HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H

HAK CUTI TAHUNAN DAN PEMANTAUAN KEHADIRAN APARATUR SIPIL NEGARA SEBELUM DAN SESUDAH CUTI BERSAMA HARI RAYA IDUL FITRI 1440 H

rudy
•

Jakarta – Humas : Sabtu 30 Mei 2019. Berdasarkan Surat dari Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 705/SEK/KS.00/5/2019. Tertanggal 28 Mei 2019. Tentang Hak Cuti Tahunan dan Pemantauan Kehadiran Aparatur Sipil Negara Sebelum dan Sesudah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Yang di tujukan kepada. 1. Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI. 2. Yang Mulia para Wakil Ketua Mahkamah Agung RI. 3. Yang Mulia Para Ketua Kamar Mahkamah Agung RI. 4. Yang Mulia para Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung RI. 5. Panitera Mahkamah Agung RI. 6. Para Pejabat Eselon I Mahkamah Agung RI. 7. Kepala Pengadilan Militer Utama. 8. Para Ketua/ Kepala Pengadilan Tingkat Banding Seluruh Indonesia. 9. Para Ketua/ Kepala Pengadilan Tingkat Pertama Seluruh Indonesia. (ds/rs)

Berikut Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 705/SEK/KS.00/5/2019 :

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

hak_cuti tahunan_pemantauan_kehadiran.pdf

527 KB•Dokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•