Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/SURAT EDARAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR : 8 TAHUN 2019. TENTANG PENETAPAN JAM KERJA PADA BULAN RAMADHAN 1440 H DI LINGKUNGAN MAHHKAMAH AGUNG RI DAN BADAN PERADILAN DI BAWAHNYA.

SURAT EDARAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR : 8 TAHUN 2019. TENTANG PENETAPAN JAM KERJA PADA BULAN RAMADHAN 1440 H DI LINGKUNGAN MAHHKAMAH AGUNG RI DAN BADAN PERADILAN DI BAWAHNYA.

rudy
•

Jakarta-Humas, Senin, 29 April 2019. Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 8 Tahun 2019. Tertanggal 29 April 2019. Tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Ramadhan di Lingkungan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan di Bawahnya.

Yang ditujukan Kepada. 1. Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI. 2. Yang Mulia para Wakil Ketua Mahkamah Agung RI. 3. Yang Mulia para Ketua Kamar Mahkamah Agung RI. 4. Yang Mulia para Hakim Agung dan para Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung RI. 5. Yth. Panitera Mahkamah Agung RI. 6. Yth. Para Pejabat Eselon I Mahkamah Agung RI. 7. Yth. Kepala Pengadilan Militer Utama. 8. Yth. Para Ketua/ Kepala Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama pada Empat Lingkungan Peradilan Seluruh Indonesia. (ds/rs)

Untuk lebih jelasnya berikut Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung RI :

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

Surat Edaran Sekma Tentang Jam Kerja Bulan Ramadhan.pdf

455 KB•Dokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•