Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/Tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan ( LHP) BPK RI pengelolaan dan pertanggungjawaban barang dan jasa perolehan dari BTN.

Tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan ( LHP) BPK RI pengelolaan dan pertanggungjawaban barang dan jasa perolehan dari BTN.

rudy

Jakarta - Humas : Berdasarkan surat Kepala Biro Perlengkapan Mahkamah Agung, Nomor: 497/BUA.4/PL.09/11/2022 yang ditujukan kepada Yth. Para Sekretaris Pengadilan di seluruh satuan kerja pada Mahkamah Agung RI tentang tindak lanjut atas laporan hasil pemeriksaan ( LHP) BPK RI pengelolaan dan pertanggungjawaban barang dan jasa perolehan dari BTN.

untuk informasi selengkapnya silahkan klik tautan dibawah ini:

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

Tindak Lanjut LHP-BPK (Bank Mitra-BTN).pdf

1024 KBDokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.