Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/UNDANGAN RAPAT CETAK BIRU PEMBAHARUAN PERADILAN 2010 – 2035 MAHKAMAH AGUNG RI

UNDANGAN RAPAT CETAK BIRU PEMBAHARUAN PERADILAN 2010 – 2035 MAHKAMAH AGUNG RI

rudy

Jakarta-Humas: Berdasarkan Surat Edaran Ketua Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2022 tanggal 22 Desember 2022 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2022 sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan, terdapat mandate yang disampaikan oleh pimpinan MA untuk melaksanakan evaluasi cetak biru pembaharuan Mahkamah Agung 2010-2035. Untuk itu kami mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri kegiatan Focus Group Disussion (FGD)

Untuk lebih jelasnya, berikut Surat Ketua Kamar Pembinaan selaku Koordinator Team Pembaharuan Peradilan Mahkamah Agung

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

Undangan_Rapat Cetak_Biru.pdf

4.8 MBDokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.