Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/HASIL KELULUSAN UJIAN DINAS ELEKTRONIK (E-EXAM) TAHUN 2025 GELOMBANG II TAHAP 1 DAN 2

HASIL KELULUSAN UJIAN DINAS ELEKTRONIK (E-EXAM) TAHUN 2025 GELOMBANG II TAHAP 1 DAN 2

rudy

Jakarta – Humas: Sehubungan dengan telah dilaksanakannya Ujian Dinas Elektronik (e-Exam) pada Mahkamah Agung RI Tahun 2025 Gelombang II Tahap 1 dan 2, dengan ini kami sampaikan daftar nama peserta yang lulus Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian ljazah sebanyak 814 ( delapan ratus empat belas) pegawai sebagaimana terlampir, sertifikat kelulusan dapat diunduh pada SIKEP menu Ujian Dinas Pegawai mulai tanggal 19 Desember 2025, bagi pegawai yang tidak mengunakan foto KORPRI yang dipersyaratkan, sertifikat akan diterbitkan setelah memperbarui foto tersebut.

Untuk informasi selengkapnya silahkan klik tautan dibawah ini:

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

Hasil kelulusan Ujian Dinas Elektronik 2025.pdf

804 KBDokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.