Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/KEWAJIBAN PENYAMPAIAN LHKPN SECARA ELEKTRONIK (e-LHKPN) TAHUN 2018

KEWAJIBAN PENYAMPAIAN LHKPN SECARA ELEKTRONIK (e-LHKPN) TAHUN 2018

rudy
•

Jakarta-Humas, Selasa, 15 Januari 2019. Berdasarkan Surat Dari Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 25/SEK/KP.01.2/I/2019. Tertanggal 14 Januari 2019. Tentang Kewajiban Penyampaian LHKPN Secara Elektronik (e-LHKPN) Tahun 2018.

Yang ditujukan Kepada Yth. 1. Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI. 2. Yang Mulia Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial. 3. Yang Mulia Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial. 4. Yang Mulia Para Ketua Kamar pada Mahkamah Agung RI. 5. Yang Mulia Para Hakim Agung pada Mahkamah Agung RI. 6. Para Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung RI 7. Para Pejabat Eselon I di Lingkungan Mahkamahb Agung RI. 8. Kepala Pengadilan Militer Utama. 9. Para Ketua/ Kepala Pengadilan Tingkat Banding di 4 (empat) lingkungan Peradilan. 10. Para Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Tingkat Banding di lingkungan Peradilan Umum. 11. Para Ketua/ Kepala Pengadilan Tingkat Banding di 4 (empat) lingkungan Peradilan. 12. Para Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Tingkat Pertama di lingkungan Peradilan Umum. 13. Para Penyelenggara Negara/ Wajib LHKPN (PN/WL) di Lingkungan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan di Bawahnya. (ds/rs)

Untuk lebih jelasnya kami sampaikan Suratnya, sebagai berikut :

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

Kewajiban penyampaian LHKPN.pdf

734 KB•Dokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•