Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/PENGISIAN MONITORING IMPLEMENTASI E-Court – E-Litigasi

PENGISIAN MONITORING IMPLEMENTASI E-Court – E-Litigasi

rudy
•

Jakarta-Humas : Rabu, 20 November 2019 Berdasarkan surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor :1618 / SEK/ HM.02.3/ 11/2019 Tertanggal 19 November 2019 tentang Pengisian Monitoring Implementasi E-Court – E-Litidasi.

Yang ditujukan Kepada Yth. 1. Ketua Pengadilan Tingkat Banding Badan Peradilan Umum. 2. Ketua Pengadilan Tingkat Banding Badan Peradilan Agama. 3. Ketua Pengadilan Tingkat Banding Badan Peradilan Tata Usaha Negara. 4. Ketua Pengadilan Tingkat Pertama Badan Peradilan Umum. 5. Ketua Pengadilan Tingkat Pertama Badan Peradilan Agama 6. Ketua Pengadilan Tingkat Pertama Badan Peradilan Tata Usaha Negara. (ds/rs)

di Seluruh Indonesia.

Berikut disampaikan Suratnya :

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

Pengisian monitoring implementasi e-court e-litigasi.pdf

1.0 MB•Dokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.•
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.•
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.•
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.•