Mahkamah Agung Republik Indonesia
Beranda/Pengumuman/RENCANA STRATEGIS MAHKAMAH AGUNG TAHUN 2025 - 2029

RENCANA STRATEGIS MAHKAMAH AGUNG TAHUN 2025 - 2029

rudy

Jakarta-Humas : Rabu 15 Oktober 2025. Berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI. Nomor : 167/KMA/SK.RA1.3/IX/2025. Tertanggal 16 September 2025. Tentang Penyampaian Rencana Strategis Mahkamah Agung Tahun 2025 – 2029.

Untuk Lebih Jelasnya Berikut Renstra Mahkamah Agung Tahun 2025 – 2029. (Humas)

Lampiran Dokumen

1 Berkas
PDF

Narasi_Renstra Mahkamah Agung 2025_2029.pdf

12.0 MBDokumen Resmi
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
4. Cek info perkara Anda hanya di: https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/perkara
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.
⚠️ Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Mahkamah Agung.
1. Mahkamah Agung tidak melakukan komunikasi baik lisan maupun tertulis dengan pihak berperkara.
2. Semua komunikasi yang berkaitan dengan penyelesaian perkara meliputi informasi kekurangan berkas, registrasi perkara, dan pemberitahuan salinan putusan disampaikan melalui pengadilan pengaju.
3. Pengadilan pengaju akan menyampaikan kepada pihak berperkara melalui petugas resmi yang ditunjuk sesuai peraturan perundang-undangan.